Minggu, 05 Mei 2013

LAPORAN TUGAS RAA PRA SURVE PKL II ANALISA SWOT DESA KETUWAN KECAMATAN KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH

LAPORAN TUGAS RAA  PRA SURVE PKL II ANALISA SWOT
DESA KETUWAN KECAMATAN KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH




Oleh :
Arif Rohman
NIRM : 04.05.11.0003





PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERKEBUNAN
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR
2013


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyusun Laporan Pra Surve Praktek Kerja Lapangan II (PKL II)   Laporan ini disusun dan ditulis dalam rangka melengkapi hasil kegiatan Pra Surve Praktek Kerja Lapangan II (PKL II) yang sudah dilaksanakan di Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban  Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Wida Pradiana, sebagai Dosen mata kuliah RAA dan semua Pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan  ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan I (PKL I) ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan dimasa yang akan datang.






                                                                                    Bogor,    05 Januari  2013




                                                                                                                       Penulis







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL..................................................................................................... iii
I.              PENDAHULUAN ............................................................................         1
1.1.        Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2.        Tujuan ............................................................................................... 2
1.3.        Manfaat  ............................................................................................ 2
II.            TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................... 3
III.           Waktu Dan Tempat ............................................................................... 4
IV.           Hasil dan Pembahasan......................................................................... 5
4.1.   Diskripsi umum wilayah ..................................................................... 5
a.    Letak wilayah ................................................................................... 5
b.    Luas wilayah .................................................................................... 5
c.    Batas wilayah .................................................................................. 5
d.    Potensi Sumber Daya Alam ............................................................ 5
e.    Kalsifikasi Lahan dan Tata Gunanya ............................................... 6
f.      Potensi Sumber Daya Manusia ....................................................... 6
1.    Jumlah penduduk menurut kelamin .......................................... 6
2.    Jumlah penduduk menurut kelompok umur .............................. 6
3.    Jumlah penduduk menurut mata pencaharian........................... 7
4.    Kelembagaan Tani  ................................................................... 7
5.    Kelompok Tani ........................................................................... 8
6.    Mengelola wilayah dengan agroekosistem ................................ 8
4.2.  HASIL IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
                GAPOKTAN KARYA MAJU  DESA KETUWAN  KECAMATAN
                KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA. .......................................... 10
4.2.1.    Alternatif strategi Berdasarkan matriks SWOT........................ 11
4.2.2.    Skoring  Faktor Internal............................................................. 13
4.2.3.    Skoring  Faktor Eksternal.......................................................... 14
V.            Kesimpulan Dan Saran....................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 17


DAFTAR TABEL

No.
Teks
Halaman

1.    Data keragaan luas Desa Ketuwan.........................................................       5
2.    Data Status Pemilikan Lahan..................................................................        6
3.    Jumlah penduduk berdasarkan kelompok Umur ....................................        6
4.    Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian  ...............................        7
5.    Data kelembagaan tani desa Ketuwan tahun 2012.................................        7
6.    Data Kelompok Tani desa Ketuwan  tahun 2012....................................        8
7.    Sarana Penghubung................................................................................        8



I.              PENDAHULUAN
1.1.        Latar Belakang
Kegiatan Pra surve PKL II merupakan tugas yang diberikan oleh STPP Bogor bagi mahasiswa untuk meninjau lokasi sebelum melakukan PKL II. Dalam kegitan ini mahsiswa mengali potensi yang ada di tempat surve dari monografi desa sampai melakukan analisa swot potensi wilayah terutama kegiatan yang ada dikelompok tani.
Salah satu upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia pelaku pembangunan pertanian untuk mendukung agribisnis dipedesaan adalah dengan penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang disertai dengan upaya pendidikan dan pelatihan bagi para penyelenggara (aparat) pembangunan pertanian dan dengan melaksanakan otonomi luas, nyata, dan bertanggung jawab. Pengembangan sumber daya pertanian perlu memperhatikan kondisi yang ada dari sumberdaya manusia pertanian baik sebagai pelaku (petani-nelayan) maupun sebagai penyelenggara (aparat) pembangunan pertanian. Kondisi yang ada harus dikembangkan sesuai dengan paradigma baru pembangunan menuju sumberdaya manusia yang profesional.

Desa Ketuwan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Jawa tengah adalah sebuah desa yang subur dan rata –rata penduduknya adalah petani. Sebagian besar penduduk ketuwan petaninya bercocok tanam padi yang dilakukan sepanjang tahun, mengingat letak desa ketuwan sangat cocok untuk ditananam tanaman padi, karena desa ketuwan di lewati aliran sungai bengawan solo.  Keberadaan sungai bengawan solo sangat membantu petani untuk memudahkan membuat saluran irigasi yang airnya dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertaniannya. Disamping itu juga keberadaan kelompok tani sangat membantu masyarakat untuk berkumpul dan saling bertukar pengalaman.













1.2.        Tujuan Kegiatan
a.    Untuk melaksanakan tugas Pra Surve PKL II
b.    Untuk mengetahui potensi wilayah
c.    Untuk mengetahui kendala yang ada diwilayah tersebut.
d.    Untuk melaksanakan analisis swot
1.3.        Manfaat
a.    Mahasiswa dapat berlatih melakukan tugas kerja penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat tani untuk pengembangan agribisnis;
b.    Mahasiswa dapat melakukan kerjasama dengan Instansi pemerintah/swasta, pengusahatani/petani dalam memfasilitasi pengembangan agribisnis.
c.    Mahasiswa dapat berlatih bermasyarakat dengan kondisi sosial kultur yang berbeda.
d.    Mahasiswa dapat bekerja sama dengan kelompok tani dalam memecahkan masalah yang ada melalui analisis swot.























II.            TINJAUN PUSTAKA

Kajian RRA merupakan pendekatan ilmu sosial yang muncul pada awal tahun 1980-an. Suatu tim dengan anggota gabungan dari berbagai disiplin serta masyarakat lokal untuk memperoleh, menganalisa dan mengevaluasi permasalahan dalam kehidupan suatu masyarakat ataupun suatu kelompok sumberdaya tertentu, untuk mendapatkan suatu tindakan perbaikan. RRA merupakan salah satu teknik alternatif yang menarik untuk melakukan suatu survei dengan metode konvensional, karena mereka mengijinkan dengan relatif cepat melakukan suatu penilaian dimasyarakat setempat, mengenai kebutuhan ataupun potensi masyarakat dengan tujuan menentukan suatu strategi tertentu untuk memecahkan masalah yang terjadi.
 Kajian (PRA) dapat dijelaskan sebagai sebuah pendekatan, metode, dan perilaku yang memungkinkan masyarakat untuk berekspresi dan menganalisis dari realitas dan kondisi kehidupan, dalam upaya merencanakan sendiri serta mengambil tindakan, memantau dan mengevaluasi hasil yang ada. Perbedaan utama adalah bahwa PRA menekankan proses yang memberdayakan masyarakat setempat, sedangkan RRA terutama dilihat sebagai sarana untuk orang luar untuk mengumpulkan informasi. Orang Luar terutama yang bertindak sebagai pendukung "fasilitator," sedangkan masyarakat setempat "sendiri" yang akan menggunakan hasil kajian. Metode PRA berhasil dalam lingkup program yang mendukung kerjasama pembangunan partisipatif. Dalam pelaksanaannya kuesioner cenderung disusun sebelumnya tanpa melihat referensi untuk keadaan situasi lokal ataupun aspirasi masyarakat, kemampuan ataupun pengalaman
Kedua metode tersebut didasarkan pada prinsip bahwa masyarakat yang kreatif, mampu dan dapat melakukan sendiri penyelidikan, analisa, dan perencanaan (Pokharel, tidak dikenal). Konsep dasar kedua adalah untuk belajar dari masyarakat pedesaan. Chambers (1992) PRAs didefinisikan sebagai metode dan pendekatan untuk belajar tentang kehidupan pedesaan dan dari kondisi, dan dengan masyarakat desa.
Metoda analisa SWOT bisa dianggap sbg metoda analisa yg paling dasar, yg berguna utk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yg berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan/rekomendasi utk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan  dari peluang yg ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. analisis lebih mendalam tentang SWOT dapat membantu anda lebih memahami situasi kompetitif perusahaan anda. salah satu cara untuk memperbaiki dasar SWOT adalah dengan memasukkan informasi tentang pesaing lebih rinci dalam analisis. Analisa SWOT adalah sebuah analisa yang dicetuskan oleh Albert Humprey pada dasawarsa 1960-1970an. Analisa ini merupakan sebuah akronim dari huruf awalnya yaitu Strenghts (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunity (kesempatan) dan Threat (Ancaman).
Strengh (kekuatan)adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.Strenght ini bersifat internal dari organisasi atau sebuah program. Weaknesses (Kelemahan)Adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi tidak dimiliki oleh organisasi. Opportunity (Peluang) Adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan bagi organisasi atau program kita untuk memanfaatkannya. Opportunity tidak hanya berupa kebijakan atau peluang dalam hal mendapatkan modal berupa uang, akan tetapi bisa juga berupa respon masyarakat atau isu yang sedang diangkat. Threat (ancaman) Adalah factor negative dari lingkungan yang memberikan hambatan bagi berkembangnya atau berjalannya sebuah organisasi dan program. Ancaman ini adalah hal yang terkadang selalu terlewat dikarenakan banyak yang ingin mencoba untuk kontroversi atau out of stream (melawan arus) namun pada kenyataannya organisasi tersebut lebih banyak layu sebelum berkembang.

III.           WAKTU DAN TEMPAT
Pelaksanaan kegiatan Pra Surve Praktek Kerja Lapangan II (PKL II) dilaksanakan selama  seminggu mulai dari tanggal 24 Desember 2012
.
Lokasi kegiatan bertempat di Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Jawa tengah.














IV.           HASIL PEMBAHASAN
4.1.        Deskripsi umum wilayah
a.    Letak wilayah
Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah berada pada ketinggian 2- 900 M dpl.
-  Jarak tempuh ke pusat pemerintahan Kecamatan : 10 km
-                                                                                   Jarak tempuh ke pusat pemerintahan Kabupaten : 37 km

b.    Luas wilayah
Luas Desa Ketuwan mencapai 31.00 Ha atau 31 Km persegi            .
Data keragaan luas Desa Ketuwan dapat dilihat pada Table 1 :


Tabel 1.  Data keragaan luas Desa Ketuwan          
No
Penggunaan Lahan
Luas (Ha)
1.
Perumahan
        710
2.
Sawah
        2390
Total Luas                                                  3100
Sumber Programa Desa Ketuwan 2012
c.    Batas wilayah
Batas wilayah Desa Ketuwan yaitu :
-            Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Jimbung
-            Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Gondel           
-            Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sidorejo
-            Selatan berbatasan dengan Desa Weni

d.  Potensi Sumber Daya Alam
Topografi
Wilayah Desa Ketuwan dengan topografi rata pada posisi sekitar 2-900 M dpl. Sebagian besar lahan bertopograpi datar sehingga  lahan banyak di pergunakan untuk areal sawah Hanya sedikit lahan yang bertopografi miring. Sebagian besar lahan sawah milik masyarakat adalah padi yang merupakan penghasilan pokok bagi masyarakat desa Ketuwan, disamping tanaman padi  ada juga yang masyarakatnya menanam palawija dan sayuran.

e.  Klasifikasi Lahan dan Tata Gunanya
Klasifikasi Status pemilikan lahan dan tata gunanya di Desa Ketuwan   dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini :
Tabel 2. Data Status Pemilikan Lahan
No
Status Pemilikan Lahan
Luas (ha)
Presentase
1.
Milik Rakyat
2671,1
92,10 %
2.
Milik Desa
228.9
7,9%
                  Jumlah
2900
100 %
                      Sumber : Profil Desa Ketuwan, 2012
Dari data di atas menunjukan bahwa luas lahan yang di miliki rakyat lebih besar dari pada lahan yang di miliki oleh desa. Lahan - lahan yang dimiliki rakyat sebagian besar (92,10%) sudah bersertifikat. Sebagian besar lahan bertopografi datar dan di pergunakan untuk arell persawahan. Sebagian besar lahan sawah milik masyarakat adalah tanaman padi yang merupakan sebagai penghasilan pokok bagi masyarakat desa Ketuwan dan ada juga sebagian masyarakat yang menenanam palawija, sayuran dan ubi kayu.
f. Potensi Sumber Daya Manusia
1.      Jumlah Penduduk menurut jenis kelamin
Jumlah penduduk yang ada di desa Ketuwan berjumlah 5.311 jiwa yang terdiri dari 3200 orang  laki-laki, 2111orang perempuan, 1.428 kepala keluarga dengan mata pencaharian sebagaian besar penduduk adalah petani dan buruh tani.
2.         Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur
Data jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada tabel  berikut ini :
Tabel 3. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur
No
Umur
Jumlah
Ket
1.
0 – 10
577

2.
11 -  20
694

3.
      21 – 30
          821

  4.
      31 -  45
          698

  5.
      45 keatas
          449

                       Sumber :  Profil Desa Ketuwan, 2012
Tabel di atas menunjukan bahwa jumlah penduduk terbanyak  pada kelompok umur 25 - 45 tahun. Hal ini menunjukan bahwa penduduk desa sebagian besar Sumber Daya Manusia yang produktif dalam bekerja, Sedangkan penduduk paling sedikit pada kelompok umur 45-keatas.
3.      Jumlah penduduk menurut mata pencaharian
Data jumlah penduduk menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut :
Tabel 4. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian
No.
Jenis Pekerjaan
Jumlah
(orang)
1.
PNS
99
2.
TNI / POLRI
6
3.
Pensiunan PNS / TNI / POLRI
9
4.
BuruhTani
305
5.
Petani Pemilik
1.203
6.
Pertukangan
35
7.
Sektor Jasa
25
8.
Perdagangan / Pengusaha
50
                Sumber : Profil Desa Ketuwan, 2012
          Tabel di atas menunjukan bahwa mata pencaharian utama masyarakat desa Ketuwan adalah Petani padi  pemilik dan buruh tani.

4.      Kelembagaan Tani

Kelembagaan tani Desa Ketuwan tumbuh dan berkembang sejalan dengan pembinaan yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Data kelembagaan tani Desa Ketuwan dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini :
Tabel 5. Data kelembagaan tani Desa Ketuwan tahun 2012
No
Kelembagaan Tani
Jumlah
1.
Kelompok Tani
5
2.
Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN)
1
3.
KUD
1
4.
Koperasi Sido Makmur
1
5.
PKK
1
6.
Remaja Masjid
1
7.
BPD
1
                                     Sumber : Programa Desa Ketuwan, 2012

5. Kelompok Tani
    Sebagaimana tertuang dalam data keragaan kelembagaan tani (tabel 6) kelompok tani yang telah ditumbuhkan sebanyak 5 kelompok. Data Kelompok Tani Desa Ketuwan  dapat dilihat pada tabel 6 berikut:
Tabel 6. Data Kelompok Tani Desa Pondok Meja  tahun 2012

No.

Nama Kelompok
Nama
Ketua
Jml Anggota
Modal Kelompok
Jenis Usaha Tani (pokok)
Luasan (Volume ) Ha
Kelas Petani
1.
Sumber rezeki
Kasiran
25
Swadaya
Padi
20
Utama
2.
Maju Makmur
Joko
20
Swadaya
Padi
30
Utama
3.
Sumber Agung
Asnawi
20
Swadaya
Padi
15
Utama
4.
Sido Makmur
Lamikan
25
Swadaya
Padi dan Bawang merah
20
Lanjut
5.
Suryo Kencono
Samsudi
20
Swadaya
Padi dan sapi
20
Lanjut
Sumber : Profil Desa Ketuwan, 2012

Tabel 7. Sarana Penghubung
No
Jenis Fasilitas
Jumlah
Ket
1
Unit Pengolahan Hasil
5
Pasar tradisional buka setiap hari Paing dan Wage
2
Hand Traktor
15
3
Pasar
1
4
Power Threser
5

5
Jalan aspal
4 km
Baik
6
Jalan tanah
10 km

 Sumber : Programa, 2012

6.      Mengolah Data Potensi Wilayah dan Agroekosistem


Analisis potensi wilayah adalah proses mengolah berbagai keterkaitan satu kelompok data dengan kelompok data lain, untuk merumuskan alternatif rekomondasi pola pengembangan usahatani, berupa rancangan pemanfaatan sumberdaya, alternatif jenis komoditas prioritas serta sistem yang sesuai di wilayah.
         Tujuan mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem adalah Terumuskannya alternatif rekomendasi pola pengembangan usahatani di wilayah berupa :
a.    Meningkatkan taraf hidup petani dan keluarganya.
b.    Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi padi , ternak, perikanan, melalui program ekstensifikasi, intensifikasi maupun deversifikasi pertanian baik itu tanaman pangan, hortikultura,  peternakan, perikanan maupun usaha tani lainnya.
c.    Membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional.
d.    Membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat khususnya dalam bidang pertanian tanaman padi dan ternak sapi


























4.2.        HASIL IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
GAPOKTAN KARYA MAJU  DESA KETUWAN  KECAMATAN KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA.



  1. Kelas kelompok adalah kelas utama. (S)
  2. Gapoktan mempunyai permodalan yang cukup kuat. (S)
  3. Adanya koperasi.(S)
  4. Gapoktan memiliki penangkaran benih padi (S)
  5. Tingginya penggunaan pestisida dan pupuk kimia oleh kelompok (W)
  6. Masih banyak petani yang menjual hasil pertaniannya kepada tengkulak.(W)
  7. Harga tidak stabil.(W)
  8. Tingkat pendidikan petani masih rendah.(W)
  9. Adanya Irigasi (O)
  10. Lokasi lahan usaha tani dekat dengan pasar.(O)
  11. Sarana transportasi lancar. (O)
  12. Kondisi lahan dan tanah cocok untuk pengembangan usahatani padi (O)
  13. Lokasi lahan usaha kelompok tani adalah daerah endemic hama wereng coklat.(T)
  14. Alih fungsi lahan.(T)
  15. Banyaknya generasi muda yang bekerja ke kota (T)
























4.2.1. Alternatif strategi Berdasarkan matriks SWOT

INTERNAL
 
EKSTERNAL
 
S
W

1.   Kelas kelompok adalah kelas utama.
2.   Gapoktan mempunyai permodalan yang cukup kuat
3.   Adanya koperasi
4.   Gapoktan  memiliki penangkaran benih padi


1.   Tingginya penggunaan pestisida dan pupuk kimia oleh kelompok
2.   Masih banyak petani yang menjual hasil pertaniannya kepada tengkulak
3.   Harga tidak stabil
4.   Tingkat pendidikan petani masih rendah

O
S – O
W - O

1.   Adanya irigasi
2.   Lokasi lahan usaha tani dekat dengan pasar
3.   Sarana transportasi lancar
4.   Kondisi lahan dan tanah cocok untuk pengembangan usahatani padi


1.   Pengembangan usaha agribisnis pertanian terutama padi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
2.   Diharapkan dengan memiliki modal yang kuat serta kelompok memiliki penangkaran benih padi serta transportasi yang lanjar diharapkan petani mampu meningkatkan pendapatan.
3.   Diharapkan dengan adanya koperasai dan lahan yang cocok buat tanaman padi kebutuhan petani dalam mendapatkan kebutuhan pertaniannya akan lebih mudah sehingga produktifitasnya meningkat.
4.   Menjalin kerjasama antara koperasi dengan kelompok dalam mengelola hasil produktifitas pertanian sehingga petani mudah dalam menjual hasil panennnya.


1.   Peningkatan kerjasama antar anggota kelompok dan koperasi dalam menjual hasil panen agar mendapatkan harga yang stabil.
2.   Pembinaan kelompok dalam merubah PSK petani dalam mengelola usaha taninya terutama tanaman padi.
3.   Mengupayakan petani agar dalam pemakaian pestisida dan pupuk kimia tidak berlebihan melalui pelatihan.
T
S – T
W - T

1.   Lokasi lahan usaha kelompok tani adalah daerah endemic hama wereng coklat
2.   Alih fungsi lahan
3.   Banyaknya generasi muda yang bekerja ke kota

1. Melaksanakan penanganan hama wereng coklat melalui
SL-PHT
2. Pemanfaatan lahan secara maksimal.
3. Perlunya pembinaan generasi muda dalam   bidang pertanian agar generasi muda terpacu dalam memajukan pertanian didesanya.
4.


                   
1. Mencari solusi dalam mengatasi serangan hama wereng coklat dan menekan lajunya alih fungsi lahan serta pembinaan generasi muda dalam bidang pertanian melalui pelatihan.
2. Perlunya pembinaan kelompok dalam memberantas serangan hama wereng coklat sesuai dengan anjuran dalam penggunaan pestisida maupun penggunaan pupuk kimia sehingga terjadi keseimbangan ekosistem.
3. Perlunya perotasian pola tanam yang harus dilakukan oleh kelompok tani mengigat petani selama setahun tidak melakukan sistem rotasi atau pergiliran pola tanam.


















4.2.2. Skoring  Faktor Internal
No
Faktor Strategi Internal
Bobot
Rating
Scor
(Bobot x Rating)
Komentar
S
1.
2.
3.
4.

Kelas kelompok adalah kelas utama.
Gapoktan  mempunyai permodalan yang cukup kuat
Adanya koperasi
Gapoktan memiliki penangkaran benih padi
0,1
0,1
0,1
    0,1
2
3
3
4
0,2
0,3
0,3
0,4
Dengan modal yang kuat dan gapoktan memiliki penangkaran benih padi maka kelompok mempunyai peluang untuk pengembangan usaha tanaman padinya, serta perlunya peran penting koperasi dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan  kelompok guna meningkatkan produktifitas guna kesejahteraan anggotanya.
Jumlah
0,4

1,2


W

1.
2.
3.
4.
Masih banyak petani yang menjual hasil pertaniannya kepada tengkulak.
Tingginya penggunaan pestisida dan pupuk kimia oleh kelompok
Harga tidak stabil.
Tingkat pendidikan anggota kelompok tani masih rendah.

0,2
0,3
0,1
0,1
2
2
4
3
0,4
0,6
0,4
0.3
Perlunya pembinaan kelompok tani dalam mengembangkan usahataninya dan mengakses peluang pasar serta menjual hasilnya melalui koperasi agar petani tidak menjual hasil panennya kepada tengkulak, serta perlunya pelatihan – pelatihan yang harus dilakukan oleh instansi yang terkait serta peran pentingnya penyuluhan pertanian terutama pelatihan tentang tanaman padi baik SLPTT dan SLPHT.
Jumlah
0,6

1,7

Jumlah total (S + W)
1,0









4.2.3. Skoring  Faktor Eksternal
No
Faktor Strategi Eksternal
Bobot
Rating
Scor
(Bobot x Rating)
Komentar
O
1.
  2.
  3.
4.
Adanya Irigasi.
 Lokasi lahan usaha tani dekat dengan pasar
Sarana transportasi lancar
Kondisi lahan dan tanah cocok untuk pengembangan usahatani padi
0,2
    0,1
    0,2
0,1
3
       2
       2
       1
0,6
             0,2
             0,4
0,1
Dengan kondisi lahan usaha yang strategis dan adanya irigasi serta didukung oleh transportasi ysng lancar , maka pengembangan usahataninya sangat  berpeluang serta pendapatan petani bisa meningkat sehingga petani dan keluarganya sejahtera.

Jumlah
0,6

1,3


T

1
2
3
Lokasi lahan usaha kelompoktani adalah daerah endemic hama wereng coklat.
Adanya alih fungsi lahan.
Banyaknya generasi muda yang bekerja ke kota
0,2
0,1
0,1
1
3
2
0.2
0,3
0,2
Mencari solusi dalam mengatasi serangan hama wereng coklat melalui SLPHT yang perlu dilakukan oleh instansi terkait serta perlunya peran penyuluhan pertanian dalam masalah penanganan hama wereng coklat  dan menekan lajunya alih fungsi lahan oleh apart desa serta pembinaan generasi muda dalam bidang pertanian melalui pelatihan.
Jumlah
0,4

0,7

Jumlah total (O + T)
1,0











 Pemilihan Strategi   
a.    S - O   =  1,2 + 1,3 = 2,5
b.    S - T   =  1,2 + 0,7  = 2,9
c.    W - O =  1,7 + 1,3  = 3,0
d.    W - T =  1,7+ 0,7   = 2,3
Langkah Perencanaan taktis untuk S – O sebagai pilihan strategis :
  1. Merencanakan usahatani dengan baik.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan pasar.
  3. Merubah perilaku petani dari menjual gabah kering.
  4. Koordinasi dan kerjasama di luar kelompok untuk memenuhi kebutuhan pasar.
  5. Mengidentifikasi kebutuhan pasar secara kwantitatif dalam menjual hasil produksi padi.
Langkah perencanaan operasional :
  1. Perencanaan modal usaha dengan baik dalam usahatani tanaman padi
  2. Merencanakan hasil produksi padi kering yang berkualitas.
  3. Penetapan harga agar petani sejahtera.
  4. Melakukan surve pasar dalam penjualan hasil produksi terutama padi
  5. Merencanakan distribusi hasil produksi usahatani padi.





















V.            KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN:
Dari hasil Pra Surve PKL II di desa Ketuwan mahasiswa jadi lebih tahu potensi wilayah, komoditi unggulan, serta permasalahan yang ada di desa ketuwan melalui analisis Swot serta mencari pemecahan masalah bersama kelompok – kelompok tani serta aparat terkait guna memajukan pertanian didesa ketuwan sehingga pendapatan petani dan keluarganya  meningkat serta pengetahuan, perilaku serta sikap petani berubah dalam mengelola pertanian didesa ketuwan.


SARAN :
  1. Perlunya kerja sama antara instansi terkait dengan kelompok tani yang ada di desa Ketuwan.
  2. Aparat desa harus lengkap dalam pendataan permasalahan yang ada di desa ketuwan.
  3. Penyuluhan pertanian harus  lebih di tingkatkan
  4. Perlunya pembinaan – pembinaan yang dilakukan oleh instansi terkait kepada Gapoktan.
  5. Perlunya koordinasi antara pemerintah daerah, kabupaten, kecamatan dan desa dalam pembinaan kelompok – kelompok tani.






















DAFTAR PUSTAKA
http://aguswibisono.com/2011/evaluasi-bisnis-dengan-menggunakan-analisis-swot-atau-tows/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar