LAPORAN TUGAS RAA PRA SURVE PKL II ANALISA SWOT
DESA KETUWAN KECAMATAN
KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH
Oleh :
Arif Rohman
NIRM : 04.05.11.0003
PROGRAM STUDI PENYULUHAN
PERKEBUNAN
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR
2013
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR
2013
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyusun Laporan Pra Surve Praktek Kerja Lapangan II (PKL
II) Laporan ini disusun dan ditulis
dalam rangka melengkapi hasil kegiatan Pra Surve Praktek Kerja Lapangan II (PKL
II) yang sudah dilaksanakan di Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah.
Pada kesempatan ini
penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu
Wida Pradiana, sebagai Dosen mata
kuliah RAA dan semua Pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam
penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan I (PKL I) ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi
kesempurnaan dimasa yang akan datang.
Bogor,
05 Januari 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL..................................................................................................... iii
I.
PENDAHULUAN
............................................................................ 1
1.1.
Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2.
Tujuan ............................................................................................... 2
1.3.
Manfaat ............................................................................................ 2
II.
TINJAUAN
PUSTAKA ........................................................................... 3
III.
Waktu
Dan Tempat ............................................................................... 4
IV.
Hasil
dan Pembahasan......................................................................... 5
4.1.
Diskripsi
umum wilayah ..................................................................... 5
a. Letak
wilayah ................................................................................... 5
b. Luas
wilayah .................................................................................... 5
c. Batas
wilayah .................................................................................. 5
d. Potensi
Sumber Daya Alam ............................................................ 5
e. Kalsifikasi
Lahan dan Tata Gunanya ............................................... 6
f. Potensi
Sumber Daya Manusia ....................................................... 6
1. Jumlah
penduduk menurut kelamin .......................................... 6
2. Jumlah
penduduk menurut kelompok umur .............................. 6
3. Jumlah
penduduk menurut mata pencaharian........................... 7
4. Kelembagaan
Tani ................................................................... 7
5. Kelompok
Tani ........................................................................... 8
6. Mengelola
wilayah dengan agroekosistem ................................ 8
4.2.
HASIL IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
GAPOKTAN KARYA MAJU DESA KETUWAN KECAMATAN
KEDUNGTUBAN KABUPATEN
BLORA. .......................................... 10
4.2.1. Alternatif
strategi Berdasarkan matriks SWOT........................ 11
4.2.2. Skoring Faktor Internal............................................................. 13
4.2.3. Skoring Faktor Eksternal.......................................................... 14
V.
Kesimpulan
Dan Saran....................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 17
DAFTAR TABEL
No.
|
Teks
|
Halaman
|
1. Data
keragaan luas Desa Ketuwan.........................................................
5
2. Data
Status Pemilikan Lahan.................................................................. 6
3. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok Umur .................................... 6
4. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian
............................... 7
5. Data kelembagaan tani desa Ketuwan tahun 2012................................. 7
6. Data Kelompok Tani desa Ketuwan tahun 2012.................................... 8
7. Sarana Penghubung................................................................................ 8
I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Kegiatan Pra surve PKL II merupakan tugas yang diberikan
oleh STPP Bogor bagi mahasiswa untuk meninjau lokasi sebelum melakukan PKL II.
Dalam kegitan ini mahsiswa mengali potensi yang ada di tempat surve dari
monografi desa sampai melakukan analisa swot potensi wilayah terutama kegiatan
yang ada dikelompok tani.
Salah satu upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia
pelaku pembangunan pertanian untuk mendukung agribisnis dipedesaan adalah
dengan penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang disertai dengan upaya
pendidikan dan pelatihan bagi para penyelenggara (aparat) pembangunan pertanian
dan dengan melaksanakan otonomi luas, nyata, dan bertanggung jawab. Pengembangan
sumber daya pertanian perlu memperhatikan kondisi yang ada dari sumberdaya
manusia pertanian baik sebagai pelaku (petani-nelayan) maupun sebagai
penyelenggara (aparat) pembangunan pertanian. Kondisi yang ada harus
dikembangkan sesuai dengan paradigma baru pembangunan menuju sumberdaya manusia
yang profesional.
Desa Ketuwan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Jawa
tengah adalah sebuah desa yang subur dan rata –rata penduduknya adalah petani.
Sebagian besar penduduk ketuwan petaninya bercocok tanam padi yang dilakukan
sepanjang tahun, mengingat letak desa ketuwan sangat cocok untuk ditananam
tanaman padi, karena desa ketuwan di lewati aliran sungai bengawan solo. Keberadaan sungai bengawan solo sangat
membantu petani untuk memudahkan membuat saluran irigasi yang airnya
dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertaniannya. Disamping itu juga keberadaan
kelompok tani sangat membantu masyarakat untuk berkumpul dan saling bertukar
pengalaman.
1.2.
Tujuan
Kegiatan
a. Untuk
melaksanakan tugas Pra Surve PKL II
b. Untuk
mengetahui potensi wilayah
c. Untuk
mengetahui kendala yang ada diwilayah tersebut.
d. Untuk
melaksanakan analisis swot
1.3.
Manfaat
a. Mahasiswa
dapat berlatih melakukan tugas kerja penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat
tani untuk pengembangan agribisnis;
b. Mahasiswa
dapat melakukan kerjasama dengan Instansi
pemerintah/swasta, pengusahatani/petani dalam memfasilitasi pengembangan
agribisnis.
c. Mahasiswa
dapat berlatih bermasyarakat dengan kondisi sosial kultur yang
berbeda.
d. Mahasiswa
dapat bekerja sama dengan kelompok tani dalam memecahkan masalah yang ada
melalui analisis swot.
II.
TINJAUN
PUSTAKA
Kajian RRA merupakan pendekatan ilmu sosial yang muncul
pada awal tahun 1980-an. Suatu tim dengan anggota gabungan dari berbagai
disiplin serta masyarakat lokal untuk memperoleh, menganalisa dan mengevaluasi
permasalahan dalam kehidupan suatu masyarakat ataupun suatu kelompok sumberdaya
tertentu, untuk mendapatkan suatu tindakan perbaikan. RRA merupakan salah satu
teknik alternatif yang menarik untuk melakukan suatu survei dengan metode
konvensional, karena mereka mengijinkan dengan relatif cepat melakukan suatu
penilaian dimasyarakat setempat, mengenai kebutuhan ataupun potensi masyarakat
dengan tujuan menentukan suatu strategi tertentu untuk memecahkan masalah yang
terjadi.
Kajian (PRA) dapat
dijelaskan sebagai sebuah pendekatan, metode, dan perilaku yang memungkinkan
masyarakat untuk berekspresi dan menganalisis dari realitas dan kondisi
kehidupan, dalam upaya merencanakan sendiri serta mengambil tindakan, memantau
dan mengevaluasi hasil yang ada. Perbedaan utama adalah bahwa PRA menekankan
proses yang memberdayakan masyarakat setempat, sedangkan RRA terutama dilihat
sebagai sarana untuk orang luar untuk mengumpulkan informasi. Orang Luar
terutama yang bertindak sebagai pendukung "fasilitator," sedangkan
masyarakat setempat "sendiri" yang akan menggunakan hasil kajian.
Metode PRA berhasil dalam lingkup program yang mendukung kerjasama pembangunan
partisipatif. Dalam pelaksanaannya kuesioner cenderung disusun sebelumnya tanpa
melihat referensi untuk keadaan situasi lokal ataupun aspirasi masyarakat,
kemampuan ataupun pengalaman
Kedua metode tersebut didasarkan pada prinsip bahwa
masyarakat yang kreatif, mampu dan dapat melakukan sendiri penyelidikan,
analisa, dan perencanaan (Pokharel, tidak dikenal). Konsep dasar kedua adalah
untuk belajar dari masyarakat pedesaan. Chambers (1992) PRAs didefinisikan
sebagai metode dan pendekatan untuk belajar tentang kehidupan pedesaan dan dari
kondisi, dan dengan masyarakat desa.
Metoda analisa SWOT bisa dianggap
sbg metoda analisa yg paling dasar, yg berguna utk melihat suatu topik atau
permasalahan dari 4 sisi yg berbeda. Hasil analisa biasanya adalah
arahan/rekomendasi utk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan
dari peluang yg ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari
ancaman. analisis lebih mendalam tentang SWOT dapat
membantu anda lebih memahami situasi kompetitif perusahaan anda. salah satu
cara untuk memperbaiki dasar SWOT adalah dengan memasukkan informasi tentang
pesaing lebih rinci dalam analisis. Analisa SWOT adalah sebuah analisa yang dicetuskan oleh Albert Humprey pada
dasawarsa 1960-1970an. Analisa ini merupakan sebuah akronim dari huruf awalnya
yaitu Strenghts (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunity
(kesempatan) dan Threat (Ancaman).
Strengh (kekuatan)adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan
dari organisasi atau program pada saat ini.Strenght ini bersifat
internal dari organisasi atau sebuah program. Weaknesses (Kelemahan)Adalah
kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya
yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi tidak dimiliki oleh organisasi.
Opportunity (Peluang) Adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan
memberikan kesempatan bagi organisasi atau program kita untuk memanfaatkannya. Opportunity
tidak hanya berupa kebijakan atau peluang dalam hal mendapatkan modal berupa
uang, akan tetapi bisa juga berupa respon masyarakat atau isu yang sedang
diangkat. Threat (ancaman) Adalah factor negative dari lingkungan yang
memberikan hambatan bagi berkembangnya atau berjalannya sebuah organisasi dan
program. Ancaman ini adalah hal yang terkadang selalu terlewat dikarenakan
banyak yang ingin mencoba untuk kontroversi atau out of stream (melawan
arus) namun pada kenyataannya organisasi tersebut lebih banyak layu sebelum
berkembang.
III.
WAKTU DAN TEMPAT
Pelaksanaan
kegiatan Pra Surve Praktek Kerja Lapangan II (PKL II) dilaksanakan selama seminggu mulai dari tanggal 24 Desember 2012
.
Lokasi kegiatan bertempat di Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Jawa tengah.
Lokasi kegiatan bertempat di Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Jawa tengah.
IV.
HASIL
PEMBAHASAN
4.1.
Deskripsi
umum wilayah
a. Letak
wilayah
Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora
Provinsi Jawa Tengah berada pada ketinggian 2- 900 M dpl.
-
Jarak tempuh ke pusat
pemerintahan Kecamatan : 10 km
-
Jarak tempuh ke pusat
pemerintahan Kabupaten : 37 km
b. Luas wilayah
Luas Desa Ketuwan mencapai 31.00 Ha atau 31 Km persegi .
Data keragaan luas Desa Ketuwan dapat dilihat pada Table
1 :
Tabel 1. Data keragaan luas Desa Ketuwan
No
|
Penggunaan Lahan
|
Luas (Ha)
|
1.
|
Perumahan
|
710
|
2.
|
Sawah
|
2390
|
Total
Luas 3100
|
||
Sumber Programa Desa Ketuwan 2012
c. Batas
wilayah
Batas wilayah Desa Ketuwan yaitu :
-
Sebelah Timur berbatasan dengan
Desa Jimbung
-
Sebelah Barat berbatasan
dengan Desa Gondel
-
Sebelah Utara berbatasan
dengan Desa Sidorejo
-
Selatan berbatasan dengan
Desa Weni
d. Potensi Sumber Daya Alam
Topografi
Wilayah Desa Ketuwan dengan topografi
rata pada posisi sekitar 2-900 M dpl. Sebagian besar lahan bertopograpi datar
sehingga lahan banyak di pergunakan
untuk areal sawah Hanya sedikit lahan yang bertopografi miring. Sebagian besar
lahan sawah milik masyarakat adalah padi yang merupakan penghasilan pokok bagi
masyarakat desa Ketuwan, disamping tanaman padi ada juga yang masyarakatnya menanam palawija
dan sayuran.
e. Klasifikasi Lahan dan Tata
Gunanya
Klasifikasi Status pemilikan lahan dan tata gunanya di
Desa Ketuwan dapat dilihat pada Tabel 2
berikut ini :
Tabel
2. Data Status Pemilikan Lahan
No
|
Status
Pemilikan Lahan
|
Luas
(ha)
|
Presentase
|
1.
|
Milik
Rakyat
|
2671,1
|
92,10 %
|
2.
|
Milik Desa
|
228.9
|
7,9%
|
Jumlah
|
2900
|
100 %
|
Sumber
: Profil
Desa Ketuwan, 2012
Dari
data di atas menunjukan bahwa luas lahan yang di miliki rakyat lebih besar dari
pada lahan yang di miliki oleh desa. Lahan - lahan yang dimiliki rakyat
sebagian besar (92,10%) sudah bersertifikat. Sebagian besar lahan bertopografi
datar dan di pergunakan untuk arell persawahan. Sebagian besar lahan sawah
milik masyarakat adalah tanaman padi yang merupakan sebagai penghasilan pokok bagi
masyarakat desa Ketuwan dan ada juga sebagian masyarakat yang menenanam
palawija, sayuran dan ubi kayu.
f.
Potensi Sumber Daya Manusia
1.
Jumlah
Penduduk menurut jenis kelamin
Jumlah penduduk yang ada di
desa Ketuwan berjumlah 5.311 jiwa yang terdiri dari 3200 orang laki-laki, 2111orang perempuan, 1.428 kepala
keluarga dengan mata pencaharian sebagaian besar penduduk adalah petani dan
buruh tani.
2.
Jumlah
penduduk berdasarkan kelompok umur
Data
jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3. Jumlah penduduk
berdasarkan kelompok umur
No
|
Umur
|
Jumlah
|
Ket
|
1.
|
0 – 10
|
577
|
|
2.
|
11 -
20
|
694
|
|
3.
|
21 – 30
|
821
|
|
4.
|
31 -
45
|
698
|
|
5.
|
45 keatas
|
449
|
Sumber : Profil Desa Ketuwan, 2012
Tabel di atas menunjukan
bahwa jumlah penduduk terbanyak pada
kelompok umur 25 - 45 tahun. Hal ini menunjukan bahwa penduduk desa sebagian
besar Sumber Daya Manusia yang produktif dalam bekerja, Sedangkan penduduk
paling sedikit pada kelompok umur 45-keatas.
3.
Jumlah
penduduk menurut mata pencaharian
Data jumlah penduduk menurut mata pencaharian
dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut :
Tabel 4. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian
No.
|
Jenis
Pekerjaan
|
Jumlah
(orang) |
1.
|
PNS
|
99
|
2.
|
TNI
/ POLRI
|
6
|
3.
|
Pensiunan
PNS / TNI / POLRI
|
9
|
4.
|
BuruhTani
|
305
|
5.
|
Petani
Pemilik
|
1.203
|
6.
|
Pertukangan
|
35
|
7.
|
Sektor
Jasa
|
25
|
8.
|
Perdagangan
/ Pengusaha
|
50
|
Sumber :
Profil Desa Ketuwan, 2012
Tabel di atas menunjukan bahwa mata
pencaharian utama masyarakat desa Ketuwan adalah Petani padi pemilik dan buruh tani.
4. Kelembagaan Tani
Kelembagaan tani Desa Ketuwan tumbuh dan berkembang
sejalan dengan pembinaan yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan pertanian.
Data kelembagaan tani Desa Ketuwan dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini :
Tabel
5. Data kelembagaan tani Desa Ketuwan tahun 2012
No
|
Kelembagaan Tani
|
Jumlah
|
1.
|
Kelompok Tani
|
5
|
2.
|
Gabungan Kelompok
Tani (GAPOKTAN)
|
1
|
3.
|
KUD
|
1
|
4.
|
Koperasi Sido
Makmur
|
1
|
5.
|
PKK
|
1
|
6.
|
Remaja Masjid
|
1
|
7.
|
BPD
|
1
|
Sumber
: Programa Desa Ketuwan, 2012
5. Kelompok Tani
Sebagaimana tertuang dalam data keragaan
kelembagaan tani (tabel 6) kelompok tani yang telah ditumbuhkan sebanyak 5 kelompok.
Data Kelompok Tani Desa Ketuwan dapat
dilihat pada tabel 6 berikut:
Tabel
6. Data Kelompok Tani Desa Pondok Meja
tahun 2012
No.
|
Nama Kelompok
|
Nama
Ketua
|
Jml Anggota
|
Modal Kelompok
|
Jenis Usaha Tani
(pokok)
|
Luasan (Volume ) Ha
|
Kelas Petani
|
1.
|
Sumber
rezeki
|
Kasiran
|
25
|
Swadaya
|
Padi
|
20
|
Utama
|
2.
|
Maju
Makmur
|
Joko
|
20
|
Swadaya
|
Padi
|
30
|
Utama
|
3.
|
Sumber
Agung
|
Asnawi
|
20
|
Swadaya
|
Padi
|
15
|
Utama
|
4.
|
Sido
Makmur
|
Lamikan
|
25
|
Swadaya
|
Padi dan Bawang
merah
|
20
|
Lanjut
|
5.
|
Suryo
Kencono
|
Samsudi
|
20
|
Swadaya
|
Padi dan sapi
|
20
|
Lanjut
|
Sumber
: Profil Desa Ketuwan, 2012
Tabel
7. Sarana Penghubung
No
|
Jenis Fasilitas
|
Jumlah
|
Ket
|
1
|
Unit Pengolahan
Hasil
|
5
|
Pasar tradisional
buka setiap hari Paing dan Wage
|
2
|
Hand Traktor
|
15
|
|
3
|
Pasar
|
1
|
|
4
|
Power Threser
|
5
|
|
5
|
Jalan aspal
|
4 km
|
Baik
|
6
|
Jalan tanah
|
10 km
|
Sumber :
Programa, 2012
6. Mengolah Data Potensi Wilayah dan Agroekosistem
Analisis potensi wilayah
adalah proses mengolah berbagai keterkaitan satu kelompok data dengan kelompok
data lain, untuk merumuskan alternatif rekomondasi pola pengembangan usahatani,
berupa rancangan pemanfaatan sumberdaya, alternatif jenis komoditas prioritas
serta sistem yang sesuai di wilayah.
Tujuan mengolah data potensi wilayah
dan agroekosistem adalah Terumuskannya
alternatif rekomendasi pola pengembangan usahatani di wilayah berupa :
a. Meningkatkan taraf hidup petani dan
keluarganya.
b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi
padi , ternak, perikanan, melalui program ekstensifikasi, intensifikasi maupun
deversifikasi pertanian baik itu tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan maupun usaha tani
lainnya.
c. Membantu meningkatkan ketahanan pangan
nasional.
d. Membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi
masyarakat setempat khususnya dalam bidang pertanian tanaman padi dan ternak
sapi
4.2.
HASIL IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
GAPOKTAN KARYA MAJU DESA KETUWAN KECAMATAN KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA.
- Kelas kelompok adalah kelas utama. (S)
- Gapoktan mempunyai permodalan yang cukup kuat. (S)
- Adanya koperasi.(S)
- Gapoktan memiliki penangkaran benih padi (S)
- Tingginya penggunaan pestisida dan pupuk kimia oleh kelompok (W)
- Masih banyak petani yang menjual hasil pertaniannya kepada tengkulak.(W)
- Harga tidak stabil.(W)
- Tingkat pendidikan petani masih rendah.(W)
- Adanya Irigasi (O)
- Lokasi lahan usaha tani dekat dengan pasar.(O)
- Sarana transportasi lancar. (O)
- Kondisi lahan dan tanah cocok untuk pengembangan usahatani padi (O)
- Lokasi lahan usaha kelompok tani adalah daerah endemic hama wereng coklat.(T)
- Alih fungsi lahan.(T)
- Banyaknya generasi muda yang bekerja ke kota (T)
4.2.1. Alternatif
strategi Berdasarkan matriks SWOT
![]()
|
S
|
W
|
||||
1. Kelas kelompok adalah kelas utama.
2. Gapoktan mempunyai permodalan yang cukup kuat
3. Adanya koperasi
4. Gapoktan
memiliki penangkaran benih padi
|
1. Tingginya
penggunaan pestisida dan pupuk kimia oleh kelompok
2. Masih banyak
petani yang menjual hasil pertaniannya kepada tengkulak
3. Harga tidak stabil
4. Tingkat pendidikan petani masih rendah
|
|||||
O
|
S – O
|
W - O
|
||||
1. Adanya
irigasi
2. Lokasi lahan usaha tani dekat dengan pasar
3. Sarana transportasi lancar
4. Kondisi
lahan dan tanah cocok untuk pengembangan usahatani padi
|
1. Pengembangan usaha agribisnis pertanian
terutama padi untuk memenuhi
kebutuhan pasar.
2. Diharapkan
dengan memiliki modal yang kuat serta kelompok memiliki penangkaran benih
padi serta transportasi yang lanjar diharapkan petani mampu meningkatkan
pendapatan.
3. Diharapkan
dengan adanya koperasai dan lahan yang cocok buat tanaman padi kebutuhan
petani dalam mendapatkan kebutuhan pertaniannya akan lebih mudah sehingga
produktifitasnya meningkat.
4. Menjalin
kerjasama antara koperasi dengan kelompok dalam mengelola hasil produktifitas
pertanian sehingga petani mudah dalam menjual hasil panennnya.
|
1. Peningkatan kerjasama antar anggota kelompok dan koperasi
dalam menjual hasil panen agar mendapatkan harga yang stabil.
2. Pembinaan kelompok dalam merubah PSK petani dalam
mengelola usaha taninya terutama tanaman padi.
3. Mengupayakan
petani agar dalam pemakaian pestisida dan pupuk kimia tidak berlebihan
melalui pelatihan.
|
||||
T
|
S – T
|
W - T
|
||||
1. Lokasi lahan usaha kelompok tani adalah daerah endemic
hama wereng coklat
2. Alih fungsi lahan
3. Banyaknya generasi muda yang bekerja ke kota
|
1.
Melaksanakan penanganan hama wereng
coklat melalui
SL-PHT
2. Pemanfaatan
lahan secara maksimal.
3. Perlunya pembinaan generasi muda dalam bidang pertanian agar generasi muda
terpacu dalam memajukan pertanian didesanya.
4.
|
1. Mencari solusi dalam mengatasi serangan hama wereng
coklat dan menekan lajunya alih fungsi
lahan serta pembinaan generasi muda dalam bidang pertanian melalui pelatihan.
2.
Perlunya pembinaan kelompok dalam memberantas serangan hama wereng coklat
sesuai dengan anjuran dalam penggunaan pestisida maupun penggunaan pupuk
kimia sehingga terjadi keseimbangan ekosistem.
3.
Perlunya perotasian pola tanam yang harus dilakukan oleh kelompok tani
mengigat petani selama setahun tidak melakukan sistem rotasi atau pergiliran
pola tanam.
|
4.2.2. Skoring Faktor Internal
No
|
Faktor Strategi
Internal
|
Bobot
|
Rating
|
Scor
(Bobot
x Rating)
|
Komentar
|
S
|
|||||
1.
2.
3.
4.
|
Kelas kelompok adalah kelas utama.
Gapoktan mempunyai permodalan yang cukup kuat
Adanya
koperasi
Gapoktan
memiliki penangkaran benih padi
|
0,1
0,1
0,1
0,1
|
2
3
3
4
|
0,2
0,3
0,3
0,4
|
Dengan modal yang kuat dan
gapoktan memiliki penangkaran benih padi maka
kelompok mempunyai peluang untuk pengembangan usaha
tanaman padinya, serta perlunya peran penting koperasi dalam memenuhi
kebutuhan yang diperlukan kelompok
guna meningkatkan produktifitas guna kesejahteraan anggotanya.
|
Jumlah
|
0,4
|
1,2
|
|||
W
|
|||||
1.
2.
3.
4.
|
Masih banyak petani yang menjual hasil pertaniannya
kepada tengkulak.
Tingginya
penggunaan pestisida dan pupuk kimia oleh kelompok
Harga tidak stabil.
Tingkat pendidikan anggota kelompok tani masih rendah.
|
0,2
0,3
0,1
0,1
|
2
2
4
3
|
0,4
0,6
0,4
0.3
|
Perlunya pembinaan kelompok tani dalam mengembangkan
usahataninya dan mengakses peluang pasar
serta menjual hasilnya melalui koperasi agar petani tidak menjual hasil
panennya kepada tengkulak, serta perlunya pelatihan – pelatihan yang harus
dilakukan oleh instansi yang terkait serta peran pentingnya penyuluhan
pertanian terutama pelatihan tentang tanaman padi baik SLPTT dan SLPHT.
|
Jumlah
|
0,6
|
1,7
|
|||
Jumlah total (S + W)
|
1,0
|
||||
4.2.3. Skoring Faktor Eksternal
No
|
Faktor Strategi Eksternal
|
Bobot
|
Rating
|
Scor
(Bobot
x Rating)
|
Komentar
|
O
|
|||||
1.
2.
3.
4.
|
Adanya Irigasi.
Lokasi
lahan usaha tani dekat dengan pasar
Sarana transportasi lancar
Kondisi
lahan dan tanah cocok untuk pengembangan usahatani padi
|
0,2
0,1
0,2
0,1
|
3
2
2
1
|
0,6
0,2
0,4
0,1
|
Dengan kondisi lahan usaha yang strategis dan
adanya irigasi serta didukung oleh transportasi ysng lancar , maka pengembangan
usahataninya sangat berpeluang
serta pendapatan petani bisa meningkat sehingga petani dan keluarganya
sejahtera.
|
Jumlah
|
0,6
|
1,3
|
|||
T
|
|||||
1
2
3
|
Lokasi lahan usaha kelompoktani adalah daerah endemic hama wereng coklat.
Adanya alih fungsi lahan.
Banyaknya generasi muda yang bekerja ke
kota
|
0,2
0,1
0,1
|
1
3
2
|
0.2
0,3
0,2
|
Mencari solusi dalam mengatasi serangan hama wereng
coklat melalui SLPHT yang perlu dilakukan oleh instansi terkait serta
perlunya peran penyuluhan pertanian dalam masalah penanganan hama wereng
coklat dan menekan
lajunya alih fungsi lahan oleh apart desa serta pembinaan generasi muda dalam bidang pertanian
melalui pelatihan.
|
Jumlah
|
0,4
|
0,7
|
|||
Jumlah total (O + T)
|
1,0
|
||||
Pemilihan Strategi
a. S - O = 1,2 + 1,3 = 2,5
b. S - T = 1,2 + 0,7 = 2,9
c. W - O = 1,7 + 1,3 = 3,0
d. W - T = 1,7+ 0,7 = 2,3
Langkah Perencanaan taktis untuk S – O sebagai pilihan strategis :
- Merencanakan usahatani dengan baik.
- Mengidentifikasi kebutuhan pasar.
- Merubah perilaku petani dari menjual gabah kering.
- Koordinasi dan kerjasama di luar kelompok untuk memenuhi kebutuhan pasar.
- Mengidentifikasi kebutuhan pasar secara kwantitatif dalam menjual hasil produksi padi.
Langkah perencanaan operasional :
- Perencanaan modal usaha dengan baik dalam usahatani tanaman padi
- Merencanakan hasil produksi padi kering yang berkualitas.
- Penetapan harga agar petani sejahtera.
- Melakukan surve pasar dalam penjualan hasil produksi terutama padi
- Merencanakan distribusi hasil produksi usahatani padi.
V.
KESIMPULAN
DAN SARAN
KESIMPULAN:
Dari hasil Pra Surve PKL II di desa Ketuwan mahasiswa
jadi lebih tahu potensi wilayah, komoditi unggulan, serta permasalahan yang ada
di desa ketuwan melalui analisis Swot serta mencari pemecahan masalah bersama
kelompok – kelompok tani serta aparat terkait guna memajukan pertanian didesa
ketuwan sehingga pendapatan petani dan keluarganya meningkat serta pengetahuan, perilaku serta
sikap petani berubah dalam mengelola pertanian didesa ketuwan.
SARAN :
- Perlunya kerja sama antara instansi terkait dengan kelompok tani yang ada di desa Ketuwan.
- Aparat desa harus lengkap dalam pendataan permasalahan yang ada di desa ketuwan.
- Penyuluhan pertanian harus lebih di tingkatkan
- Perlunya pembinaan – pembinaan yang dilakukan oleh instansi terkait kepada Gapoktan.
- Perlunya koordinasi antara pemerintah daerah, kabupaten, kecamatan dan desa dalam pembinaan kelompok – kelompok tani.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.ahmadikhsanramadhan.com/2012/03/25-prinsip-uid-dalam-website.html http://eprints.undip.ac.id/26745/1/skripsi_wita(r).pdf
http://aguswibisono.com/2011/evaluasi-bisnis-dengan-menggunakan-analisis-swot-atau-tows/

